Tampilkan postingan dengan label international food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label international food. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 April 2011
Ragam Steak Besutan Tomodachi
PENYUKA steak akan semakin dimanjakan dengan kehadiran Tomodachi. Di restoran tersebut pengunjung disuguhkan aneka steak mulai daging sapi, ayam, hingga ikan. Menariknya, ada pula steak ala Jepang.
Menu ala Szechuan
PROVINSI di bagian Barat China ini terkenal secara internasional lewat kenikmatan makanannya. Masakan khas Szechuan sering menonjolkan permainan bumbu-bumbu yang berani, seperti rasa pedas yang ekstrem, biasanya hasil dari penggunaan paprika, bawang putih dan cabai yang banyak, terutama keunikan rasa merica Szechuan.
Hasilnya, aroma harum mirip jeruk, dan lidah yang sedikit mati rasa. Berikut, beberapa makanan pedas khas Szechuan yang dijamin akan menguji batas ketahanan Anda akan pedas.
Gong Bao Ji Ding (Kung Pao Chicken)
Gong Bao Ji Ding atau lebih dikenal dengan Ayam Kung Pao, adalah masakan klasik dalam hidangan Szechuan. Makanan ini mengambil nama Gubernur Szechuan pemimpin Dinasti Qing (abad ke-19), Ding Baozhen, yang kabarnya sangat menggemari hidangan ini, di mana Gong Bao adalah gelar resminya.
Campurannya, ayam yang diiris tipis (atau seperti dadu), kacang tanah, dan cabai merah, ditutup dengan saos asam manis. Ayam dan daun bawangnya saling melengkapi, sementara kacang menambah kegaringan dalam penyajian.
Bebek Zhangcha (Tea-smoked Duck)
Bebek Zhangcha, atau Bebek asap-teh, adalah hidangan wajib Szechuan. Namun, sangatlah sulit membuatnya, maka hidangan ini biasanya hanya ada pada pesta-pesta atau perayaan.
Pertama, bebeknya direndam selama beberapa jam, kemudian diolesi campuran rempah-rempah di bagian dalam dan luarnya. Setelah melakukan semua itu, bebek dimasukkan sebentar ke dalam air mendidih, lalu segera dikeringkan.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin agar kulit bebek tetap garing saat digoreng. Kemudian bebek diasapi dengan daun teh hitam, ranting dan daun, kemudian dikukus selama 10 menit sebelum digoreng.
Hui Guo Rou (Babi Dimasak Dua kali)
Sesuai dengan namanya, hidangan ini harus melalui dua kali proses pemasakan sebelum disajikan. Pertama, potongan besar iga babi direbus dalam air panas dengan bumbu irisan jahe dan garam. Lalu, iga dipotong menjadi bagian-bagian lebih kecil, digoreng sebentar dengan sedikit minyak di wajan yang sudah dipanaskan, lalu disajikan dengan kubis dan paprika.
Hidangan ini konon berasal dari Dinasti Qing, ketika Kaisar Qianlong meminta pesta di salah satu desa yang ia kunjungi. Karena penduduk desa tidak memiliki bahan-bahan untuk dimasak, maka mereka mengumpulkan berbagai sisa bahan makanan dan memasaknya kembali, yang akhirnya melahirkan istilah "dimasak dua kali".
Mapo Doufu
Mapo Doufu atau Tahu Mapo adalah satu lagi hidangan khas Szechuan. Tahu dimasak dengan saus berbasis cabai dan kacang, ditutup dengan daging cincang, biasanya daging babi atau sapi.
Makanan ini memiliki rasa pedas yang kuat, sebaiknya dihidangkan saat panas. Kepedasannya, tergabung dengan rasa saus kacang yang khas, akan menghasilkan tujuh karakteristik yang sering digunakan para koki untuk menggambarkan hidangan ini: mati rasa, menyengat, panas, segar, lembut dan halus, aromatik dan renyah.
Steamboat atau Hot Pot
Di Szechuan, ini merupakan versi China dari sukiyaki Jepang. Seperti beragam hidangan Szechuan lainnya, rasa pedas ditambahkan dalam varian ini. Proses memasak adalah bagian dari memakan makanan ini, menggunakan panci logam berisi kaldu pedas mendidih dan bahan-bahan lain, masakan itu dimasak di depan Anda.
Hidangan khas hot pot itu termasuk daging yang diiris tipis, sayuran, jamur, pangsit, seafood, dan tahu. Makanan yang telah matang biasanya disantap menggunakan saus celup dan nasi.
Shuizhu
Nama Shuizhu secara harfiah berarti "irisan daging yang direbus air". Masakan Szechuan ini secara perlahan semakin populer di China juga negara-negara lain. Daging direbus singkat, hanya sekitar 20-30 detik sudah cukup untuk mematangkan sekaligus menjaga tekstur lembut dan halus. Setelah ditiriskan, daging lalu disajikan dengan sayuran, cabai kering, merica, bawang putih dan bumbu lain, ditaruh di atasnya.
Kemudian, daging disiram dengan minyak sayur panas sebelum dihidangkan. Yang membuat hidangan ini unik adalah kelembutan dagingnya merupakan hasil dari merebus, bukan menggoreng. Selain itu, kombinasi kesegaran sayuran dan rasa pedas dari cabai.
diambil dari sini
Tepayaki, Seni Memasak Dari Jepang
TEPPANYAKI adalah salah satu cara memasak makanan Jepang di atas pelat besi (teppan). Dalam sebuah restoran teppanyaki, tamu duduk mengelilingi meja pemanggang sambil melihat sang koki beraksi mempertontonkan atraksinya memasak bahan makanan di atas meja pemanggang.
Tebal pelat besi yang dipakai sebagai alat masak antara 0,3–1,5 cm. Di bawah pelat besi terdapat kompor gas dengan pengontrol temperatur atau besar-kecilnya api. Masakan yang dimasak di atas teppan misalnya steak, okonomiyaki, monjayaki, yaksisoba, dan berbagai variasi masakan dari sayuran, daging, atau makanan laut.
Sampai di awal zaman Showa, orang Jepang umumnya hanya mengenal anglo dari tanah liat yang disebut shichirin dengan bahan bakar arang kayu. Sebelum Perang Dunia II, besi masih merupakan benda langka di Jepang. Seusai perang, pedagang makanan di pasar gelap dan pedagang kaki lima memulai penggunaan pelat besi sisasisa bekas perang sebagai alat memasak.
Di zaman sekarang, hot plate listrik sudah merupakan barang yang lumrah di Jepang. Walaupun demikian, cara memasak teppanyaki tidak begitu meluas di kalangan rumah tangga. Panas yang dihasilkan hot plate dianggap kurang dan masakan yang dihasilkan masih kurang enak dibandingkan dengan pelat besi yang dimiliki rumah makan teppanyaki. Di kalangan rakyat Jepang, teppanyaki lebih populer sebagai cara memasak di alam terbuka, sewaktu berkemah dan sewaktu penyelenggaraan matsuri. Penyajian hidangan gaya teppanyaki dimulai di rumah makan Misono asal Kobe yang menyajikan masakan bistik langsung di hadapan pengunjung. Juru masak memanggang daging steak dengan gaya setengah berakrobat yang ternyata lebih disukai pengunjung restoran di luar Jepang.
Di Jepang, rumah makan teppanyaki banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar negeri. Para wisatawan itu bukan hanya datang untuk menikmati masakannya, tapi mereka tertarik untuk melihat atraksi memasak yang dipertunjukkan sang juru masak
diambil dari sini
Langganan:
Postingan (Atom)