PIL KB yang berdampak pada stabilitas hormon selama ini ditengarai menjadi biang kegemukan, jerawat, dan sebagainya. Ternyata, pil KB juga menyebabkan kulit mudah terbakar.
Hidup di negeri beriklim tropis, rasanya sulit bagi kita untuk menghindari sinar matahari, apalagi bagi Anda wanita aktif. Pekerjaan kerap menuntut Anda keluar kantor dan menuju lokasi meeting saat matahari sedang garang-garangnya.
Selain paparan sinar matahari yang kini semakin panas, penggunaan obat-obatan tertentu disinyalir menyebabkan kulit mudah terbakar matahari. Obat-obatan dimaksud, terdiri dari obat yang memerlukan resep dokter (di antaranya, pil KB, antibiotik, dan obat jerawat yang mengandung isotretinoin) dan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran (seperti, obat yang mengandung ibuprofen atau naproxen, produk anti penuaan kulit yang mengandung retin-A). Demikian seperti dilansir Cosmopolitan, Rabu (27/4/2011).
Dengan mengonsumsi obat-obatan tersebut, kulit Anda akan lebih rentan terhadap sinar UV. Dan kalau tidak diproteksi, kulit akan mudah gosong, bahkan terkena kanker kulit lantaran tidak kuat menahan serangan sinar matahari.
Nah sebagai solusinya, oleskan sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, meskipun Anda hanya akan keluar gedung kantor selama 5 menit.
diambil dari sini
Tampilkan postingan dengan label info sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info sehat. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 April 2011
Pil KB Bikin Kulit Gampang Gosong
Tinggi Badan Anak bisa melebihi orang tua
Meski tinggi badan orangtua di bawah rata-rata, namun tinggi badan anak masih bisa dipacu melebihi postur tinggi orangtuanya. Perhatikan asupan gizinya.
Menurut dr.Samuel Oetoro, Sp.GK, tinggi badan di bawah standar (stunting) bisa dihindari. "Sebenarnya tinggi badan anak laki-laki minimal setinggi ayahnya dan tinggi badan anak perempuan minimal setinggi ibunya. Jadi bisa dimaksimalkan lebih dari itu," katanya.
Tinggi badan anak memang salah satunya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi masih ada faktor lain yang punya peranan besar, yakni faktor kebiasaan dan lingkungan. Faktor kebiasaan, meliputi pola makan, tingkat aktivitas dan istirahat anak.
"Berikan anak makanan yang mengandung gizi seimbang karena tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisinya. Untuk tumbuh tinggi anak bukan perlu protein saja, tapi juga perhatikan karbohidrat, lemak, dan vitaminnya," katanya.
Untuk mendukung pertumbuhan tulang, ajak anak untuk beraktivitas fisik. "Untuk anak balita biarkan ia bermain, berlari dan melompat, jangan hanya pasif bermain games atau duduk di depan tv," cetus ahli gizi dari Semanggi Klinik itu.
Pada anak yang mulai remaja, ajak mereka untuk berolahraga secara teratur. "Olahraga yang bersifat ketahanan, seperti basket atau berenang sangat baik untuk pertumbuhan tulang," imbuhnya.
Meski demikian, olahraga sebaiknya tidak dilakukan berlebihan. "Maksimal 15 jam setiap minggu. Terlalu capek juga tidak baik karena tubuh menjadi asam sehingga metabolisme sel terganggu. Anak justru sulit tumbuh tinggi," katanya.
Itu sebabnya, faktor istirahat tidak boleh diabaikan. "Anak-anak sebaiknya tidur 7-9 jam setiap hari," imbuhnya. Saat tidur tubuh akan memproduksi hormon pertumbuhan dan regenerasi sel.
Terakhir, faktor lingkungan. Biarkan anak tumbuh dalam lingkungan sehat, jauh dari polusi, termasuk polusi rokok.
Bila memasuki usia pra remaja (10-12 tahun) tinggi badan anak Anda masih tampak pendek dibanding teman sebayanya, periksakan anak ke dokter ahli endokrinologi.
"Nanti akan diperiksa apakah tinggi badan anak masih bisa dipacu dengan cara memeriksa apakah tulangnya sudah menutup atau belum. Jika belum terlambat, tinggi badan anak bisa dipacu dengan hormon pertumbuhan," pungkasnya.
diambil dari sini
Rabu, 27 April 2011
Minum Urine. Amankah?
Minum urine sudah jadi budaya bagi sebagian masyarakat selama berabad-abad. Apakah itu berarti urine aman untuk diminum?Sebanyak 95 persen dari urine adalah air. Adapun 5 persennya lagi adalah elektrolit yang mengandung klorida, sodium, dan potasium. Urine juga bisa membawa sisa racun hasil buangan ginjal.
Sodium menarik air dari sel sehingga jika jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh, maka senyawa ini dapat menyebabkan dehidrasi. Sementara itu, terlalu banyak potasium bisa berbuntut pada serangan jantung.
"Mirip seperti minum air laut," kata Jeff Giullian, ahli ginjal dari South Denver Nephrology Associates di Colorado, Amerika Serikat.
Meskipun demikian, elektrolit-elektrolit seperti itu tetap dibutuhkan sel untuk menghasilkan listrik dalam tubuh.
Pada beberapa budaya, urine dikonsumsi. Masyarakat di Semenanjung Iberia pada 50 tahun sebelum Masehi menggunakannya untuk memutihkan gigi. Dalam bahasa Sanskerta, ada istilah "amaroli" yang berarti "terapi urine".
Beberapa orang juga dikenal menggunakan urine untuk bertahan hidup pada saat kondisi kurang air. Dan Woolley, yang terperangkap selama 65 jam di bawah reruntuhan Hotel Montana di Haiti, mengaku meminum urinenya sendiri.
Bear Grylls, pembawa acara TV Man Vs Wild, menyebutkan minum urine sebagai salah satu cara bertahan hidup. Woolley mengaku terinspirasi Grylls.
Akan tetapi, Les Stroud, bintang acara Survivorman, mengatakan hal yang berbeda. Ia memasukkan urine ke dalam daftar "jangan minum". Mengonsumsi urine saat bertahan hidup malah akan memperparah keadaan.
Saat seseorang kurang cairan, kandungan elektrolit menjadi berlebihan dan konsentrasi asam juga meningkat. Meminumnya hanya akan memperparah kondisi
diambil dari sini
Sodium menarik air dari sel sehingga jika jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh, maka senyawa ini dapat menyebabkan dehidrasi. Sementara itu, terlalu banyak potasium bisa berbuntut pada serangan jantung.
"Mirip seperti minum air laut," kata Jeff Giullian, ahli ginjal dari South Denver Nephrology Associates di Colorado, Amerika Serikat.
Meskipun demikian, elektrolit-elektrolit seperti itu tetap dibutuhkan sel untuk menghasilkan listrik dalam tubuh.
Pada beberapa budaya, urine dikonsumsi. Masyarakat di Semenanjung Iberia pada 50 tahun sebelum Masehi menggunakannya untuk memutihkan gigi. Dalam bahasa Sanskerta, ada istilah "amaroli" yang berarti "terapi urine".
Beberapa orang juga dikenal menggunakan urine untuk bertahan hidup pada saat kondisi kurang air. Dan Woolley, yang terperangkap selama 65 jam di bawah reruntuhan Hotel Montana di Haiti, mengaku meminum urinenya sendiri.
Bear Grylls, pembawa acara TV Man Vs Wild, menyebutkan minum urine sebagai salah satu cara bertahan hidup. Woolley mengaku terinspirasi Grylls.
Akan tetapi, Les Stroud, bintang acara Survivorman, mengatakan hal yang berbeda. Ia memasukkan urine ke dalam daftar "jangan minum". Mengonsumsi urine saat bertahan hidup malah akan memperparah keadaan.
Saat seseorang kurang cairan, kandungan elektrolit menjadi berlebihan dan konsentrasi asam juga meningkat. Meminumnya hanya akan memperparah kondisi
diambil dari sini
Langganan:
Postingan (Atom)